Kejagung Temukan Indikasi Korupsi Pengadaan Benih Jagung NTB Tahun 2017 - suarantb.com

Mataram (Suara NTB) – Kejaksaan Agung RI menaikkan status penanganan kasus pengadaan benih jagung tahun 2017 ke tahap penyidikan. Ditemukan indikasi korupsi dalam proyek senilai Rp170 miliar tersebut. Yakni pengadaan 480 ton benih jagung di wilayah NTB melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB.

Hal tersebut merupakan kesimpulan ekspose yang dipimpin Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung RI Ali Mukartono, Rabu, 7 Oktober 2020 dari Jakarta bersama tim Satuan Tugas Khusus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgassus P3TPK). Kepala Kejati NTB Nanang Sigit Yulianto mengikuti ekspose secara virtual melalui sambungan konferensi video di Mataram, didampingi Aspidsus Kejati NTB Gunawan Wibisono dan tim jaksa penyelidik Pidsus Kejati NTB.

“Hasil ekspose kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan benih jagung untuk Provinsi NTB dan Provinsi Lampung tahun 2017 ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ujar Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan. Seluruh peserta ekspose berpandangan kasus tersebut dapat dinaikkan ke tahap penyidikan. Dasarnya, telah ditemukan bukti permulaan yang cukup indikasi perbuatan melawan hukum terkait tindak pidana korupsi. “Juga sudah ada indikasi kerugian negaranya,” ucapnya.

Dedi menambahkan, kasus itu mulai diselidiki pada medio tahun 2019 lalu. Indikasinya, kualitas benih yang diserahkan ke kelompok tani penerima bantuan tidak sesuai dengan spesifikasi. Meskipun benih itu varietas jagung hibrida Balitbang Pertanian. “Rekanan penyedianya PT Sinta (disebutkan lengkap). Setelah ini penanganan perkara ditindaklanjuti Kejati NTB sesuai dengan tempat kejadian perkaranya,” jelas Dedi.

Tim penyidik bidang Pidsus selanjutnya akan berkoordinasi dengan Kejagung RI berkaitan dengan agenda pemanggilan saksi-saksi. Baik dari pihak Dinas selaku pemilik proyek dan rekanan penyedia barang. “Karena sudah penyidikan, saksinya akan dipanggil,” ujarnya.

Catatan Suara NTB, anggaran bantuan benih tersebut bersumber dari Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI sebesar Rp170 miliar untuk wilayah NTB dan Lampung. Pengadaan benih jagung tersebut merupakan realisasi program perluasan areal tanam baru tanaman jagung Provinsi NTB yang mencapai 400 ribu hektare pada tahun 2017.

Di NTB, bantuan benih ditujukan kelompok tani yang tercantum dalam SK Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) yang diajukan Dinas Pertanian masing-masing kabupaten/kota. Temuan di lapangan, penerima bantuan mendapati benih dalam kondisi rusak dan berjamur sehingga tidak dapat dimanfaatkan. Kondisi itu ditemukan di Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Sumbawa.

Satgasus P3TPK Kejagung RI sudah turun penyelidikan pada Oktober 2019 lalu. sejumlah pihak diklarifikasi secara marathon. Kala itu yang hadir antara lain Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB Husnul Fauzi, Kepala Dinas Pertanian 10 Kabupaten/Kota se-NTB, serta Direktur PT Sinta Aryanto Prametu. (why)